Selasa, 13 Desember 2011

Teori Sosiologi Klsik Ferdinand Tonies

# Dua masyarakat menurut Tonies :
1. Masyarakat yang bertipe Zweekwille
Yaitu masyarakat yang didasarkan pada rational dalam mencapai yujuan.
Masyarakat tipe ini menonjol pada kalangan pedagang, ilmuan, pejabat, yang semuanya mementingkan sikap yang rational.
2. Masyarakat yang bertipe Triebwille
Yaitu masyarakat yang didasarkan pada perasaan dan dorongan batin dalam mencapai tujuan.
Masyarakat tipe ini menonjol pada kalangan petani, seniman, rakyat awam atau biasa yang menggunakan perasaan dalam pekerjaan.
Dari tipe masyarakat tersebut, maka timbul lah Teori Ferdinand Tonies :
1. Gemeinschaft
Yaitu suatu asosiasi yang hubungan nya didasarkan pada solidaritas.
Gemeinschaft terbagi menjadi 3, yaitu :
-Gemeinschaft of blood (ikatan darah)
-Gemeinscahft of place (ikatan tempat)
-Gemeinschaft of mind (ikatan pemikiran)
2. Gessellschaft
Yaitu suatu asosiasi yang hubungannya didasarkan pada kepentingan.



Multikulturalisme di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya majemuk. Bangsa Indonesia kaya akan suku, adat istiadat, budaya, bahasa, dan khasanah yang lain. Hal tersebut apakah benar menjadi sebuah kekuatan bangsa atau kah justru berbalik menjadi faktor pemicu timbulnya konflik dan disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan penanaman multikulturalisme dimana paham tersebut menekankan kesederajatan dalam perbedaan. Internalisasi multikulturalisme dapat dilakukan melalui sistem pendidikan nasional dengan mengadopsi pendidikan multikulturalisme untuk diberlakukan dalam pendidikan sekolah, dari tingkat TK sampai dengan tingkat Perguruan Tinggi.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan integrasi nasional melalui revitalisasi gagasan (mutualisme, musyawarah dan mufakat, kesetaraan) dan nilai-nilai agama (kasih sayang, damai, keadilan, dan persatuan) dalam ruang lingkup pergaulan sesama anak bangsa.
Namun sebenarnya kita harus mengingat bahwa masa depan multikulturalisme di Indonesia itu ada di tangan kita. Tergantung bagaimana kita menyikapi setiap perbedaan, baik itu perbedaan budaya, agama, etnis, atau yang lainnya. Kesadaran akan kesederajatan dari semua perbedaan harus kita miliki. Jangan sampai keragaman yang dimiliki bangsa ini menjadi pemicu terjadinya konflik dan perpecahan. Untuk menjaga perdamaian, keamanan dan keutuhan bangsa Indonesia terkait dengan kemajemukan tersebut, maka masyarakat dan pemerintah harus bekerja bersama-sama dalam mewujudkan paham multikulturalisme tersebut.